Blogger Template by Blogcrowds

Masih mau mengeluh ?

Seakan tidak mau peduli, itu berjenis makanan pedas atau yang kebanyakan garam, pokoknya, asalkan sudah melewati tenggorokan, rasanya tiba tiba berubah jadi agak agak pahit. Padahal ini sudah terhitung 3 hari semenjak sy menyimpulkan sendiri bahwa saya sudah benar benar sembuh dari sakit.

Mungkin karena terlalu banyak menelan pil pahit yang diberikan oleh dokter. 3 kali sehari, sekali minum jumlahnya ada 4 macam obat, dan Ukurannya besar besar saudara saudara, 2 tablet seukuran dgn permen Cha cha.
Saya meminumnya selama 2 hari berturut - turut. Jadi total pil pahit yg sudah masuk ke dalam lambung saya ada 24 tablet. Inilah mungkin yang menyebabkan rasa pahit itu selalu ada setiap kali makan. Nafsu makan jadi hilang. sampai hari ini. Pengen rasanya mengeluh berat, tp tba tiba teringat sebuah kejadian pada suatu subuh.

Subuh, mau ke Mesjid, pastinya harus buka pintu pagar halaman rumah dulu. Pagar besi yang punya gembok dan grendel. Grendelnya ada dua, satu terpasang di tengah sebelah kiri dan satunya ada di pojok kanan bagian bawah, dimana tempat gembok bermerek Viro juga terpasang. Saya mulai dgn mencoba membuka dulu gemboknya, Keras sekali rasanya untuk memutar kuncinya ke arah kanan,
kunci sudah berapa kali ditarik keluar masuk. tetap saja tidak mau terbuka. ternyata lubang gemboknya kemasukan air hujan semalam dan menyisakan karat. berulang ulang dicoba tetap saja tdk mau, saya benar benar merasa kesulitan dan panik karena sebentar lagi sholat berjamaah dimulai. Saya mengeluh sambil Mencoba terus dan akhirnya Gembok itu bisa terbuka. Sekarang sisa membuka 2 grendel dan mendorong pagar kesamping. Saat mendorong pagar pun sy mengalami kesulitan, karena rodanya yg jg berkarat menjadikan roda pintu pagar itu tidak bs berputar dgn sempurna, butuh tenaga ekstra utk bisa mendorong pintu pagar itu agar bisa terbuka.

Berjalan dengan langkah terburu buru menuju mesjid sambil mengeluhkan pintu pagar yang tadi, mengapa juga tiba2 ada kejadian seperti itu. Melewati rumah tetangga yg berada di sudut tikungan. Disitu tampak seorang Bapak yg juga berusaha membuka pintu Pagarnya. Saya Perhatikan.Pagarnya terbuat dari kayu. bentuknya sederhana dan tdk menjulang tinggi. Pintu Pagarnya tidak memilliki grendel dan gembok. penguncinya hanya menggunakan seutas kawat. serta tidak memiliki roda seperti pagar saya yg bisa didorong dorong. Juga tdk ada engsel, shingga untuk membukanya, harus diangkat dan dipindahkan posisinya.
Tapi dia kelihatan cukup sabar membuka satu persatu tali kawat penguncinya, setelah itu mengangkat dan memindahkan posisinya agar ada celah yg bisa dilewati. mengangkatnya pun sangat hati hati dan pelan sekali, karena kayu kalau habis kena hujan biasanya licin,kotor dan berlumut. Sepertinya dia takut kotorannya bakal menempel pada pakaiannya yg akan digunakan untuk sholat . Dan dia pun keluar pagar dengan raut muka yg tenang tenang saja. Tidak ada keluhan sedikitpun. Seketika itu, Saya jadi tahu, ternyata ada orang yg seharusnya lebih berhak mengeluh daripada saya.

Sebuah teguran halus yg langsung dari Tuhan. Sangat cepat sekali rasanya Tuhan bertindak, belum 1 menit sy selesai berkeluh kesah, Allah langsung memberi jawaban.

Apa yang menimpa kita, tidak seharusnya kita keluhkan, tapi berusaha untuk bersabar, berpikirlah bahwa masih banyak orang yg mengalami keresahan, kesedihan dibanding dengan apa yg kita rasakan sekarang. Cobalah untuk selalu melihat kebawah, Pasti segala kesusahan yang menimpa kita akan hilang. Dan Dengan sendirinya kita akan merasa Ridho dengan segala keadaan kita saat ini. bagimana juga kita menuju kekhusukan beribadah kepadaNYA jika di hati masih ada keluh kesah. jadi, masih adakah alasan kita untuk mengeluh ?

6 Comments:

  1. Tak Mengeluh Lagi said...
    nda jadi ma mengeluh..

    susah juga di buka pagarnya hohohohoo subuh2 dapat mi tawwa pencerahan.. :)

    btw, pagarku juga susah dibuka tiap pagi, mau bantu bukakan??? hehehehehehehe

    eh masih sakit kah?? sy kira lumayan sembuh mi.. baru mau sy ajak jalan2 ke Gaza..:)
    Berengbereng said...
    tak ada gading yang tak retak
    Nurta San said...
    Salam kenal cess :)
    fina said...
    semua orang pasti pernah mengeluh, waktu kuliah dulu sering sekalika mengeluh tapi saya pernah mengenal dengar ceramah kalo orang yang sering mengeluh itu adalah orang yang tidak bersyukur :)
    arhyen said...
    ndk baik memang orang mengeluh..
    Dodi Mulyana said...
    Hehehe... stop complaining termasuk salah satu resolusi saya taun ini. Dulu sering saya mengeluh ke sohib, tp setelah ditimbang2, gak baik mengeluh. Akhirnya sejak taun lalu, saya declare to stop complaining.

    Di plurk saya saya ikrarkan untuk tidak mengeplurk keluhan, mudah2an itu tetap terjaga.

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda